Thursday, April 24, 2014

Home arrow About Us
about us PDF Print E-mail

Visi dan misi:

Visi :

Menjadi salah satu asosiasi industri plastic terkemuka, mandiri, efisien, dan terpercaya di Indonesia.

Misi :

  1. Mempererat kerjasama antar anggota dalam bidang teknik produksi, pegembangan dan riset, pemasaran, dan penyediaan bahan baku.
  2. Mendorong terciptanya situasi bisnis ke arah persaingan usaha yang baik melalui penemuan baru dalam kualitas, teknologi, sumber daya manusia, jasa pelayanan dan pengemabangan pasar.
  3. Memberdaykan dan mengembangkan aktivitas komda yang belom berfungsi dengan baik.

Produk yang dihasilkan :

  1. Karung plastic ( small, medium, big)
  2. Rachel bags
  3. Geotextile
  4. Terpalulin

Sejarah singkat :

            Giatpi didirikan pada tanggal 6 Desember 1974 di Jakarta, semula dengan nama GKPI (Gabungan Industri Karung Plastik Indonesia) dengan jumlah anggota 8 perusahaan yang semua berlokasi di Jawa. Para pendiri GKPI tersebut antara lain : Effendi, Soemarsono, Lukman, Hoo Liong Tiauw, dan beberapa lainya. Pengurus periode pertama dipimpin oleh Effendi Puspohandoyo dan JB Titiheru.

            15 Mei 1985 atas persetujuan anggota, diubah menjadi GIATPI (Gabungan Industri Aneka Tenun Plastik Indonesia) dengan jumlah anggota menjadi 15 perusahaan dan pada tahun 1990 jumlah anggota menjadi 42 perusahaan yang tersebar diseluruh Indonesia mulai dari Sumatra Utara, Sumatra selatan, Jabotabek, Jawa Barat, Jawa tengah, dan Jawa Timur.

            Tahun 1998 jumlah anggota perusahaan berkurang menjadi 38 perusahaan karena dampak pengaruh krisis ekonomi asia 1997 yang mulai tumbuh di Thailand dan menyebar ke Negara Asia- asia lainya.

            Juli 2004 jumlah anggota perusahaan kembali berkurang menjadi 33 perusahaan akibat pengaruh krisis BBM internasional pada kuartal terakhir 2005 harga BBM naik menjadi USD 60/barel dan melonjak lagi menjadi USD 68/barel pada juni/July 2006 dan berangsur-ansur turun menjadi USD 65/barel.

Kapasitas produksi :

  1. Kapasitas terpasang dari 38 perusahaan anggota adalah 125.000 ton/tahun dimana kapaitas sesungguhnya sebelum krisis ekonomi 1997 berkisar antara 75-80 %, dari kapasiatas terpasang dan sesudah krisisi ekonomi 1997 turun menjadi 60%.
  2. Jumlah kapasitas terpasang produsen non  GIATPI berkisar 60.000 70.000 ton/tahun, sementara itu kapasitas sesungguhnya diperkrakan dibawah 80% dari kapasitas terpasang.
  3. Krisis ekonomi Asia 1997 membuat kapasitas produsen non-GIATPI anjlok menjadi 60%.

Pasar Produk ATPI ( Aneka Tenun Plastik Indonesia)

  1. Pasar Dalam negri
    • Permintaan dalam negri berasal dari BUMN, BUMD,BUMS, dan instansi pemerintah.
    • Permintaan yang berasal dari beberapa sektor usaha seperti sektor pertanian , Agro kimia, Industri Kimia, Makanan ternak, Pertambangan.
    • Market Share pasar dalam negri berkisar antara 70-80% dan setelah krisis ekonomi 1997 dan krisis BBM 2005 dibawah 50%


  2. Pasar Luar negri
    • Jepang untuk pasar industry kimia dan pertambangan.
    • Eropa Barat untuk produk pertanian, Agro kimia, Kimia Industri, dan sektor pertambangan.
    • Amerika serikat untuk produk industry kimia, dan sektor pertanian.
    • Timur tengah untuk produk industry kimia.
    • Asia timur untuk produk industry kimia .
    • Australia untuk produk indutri kimia, pertambangan dan pertanian.
    • Market share di pasar internasional berkisar antara 20-30% dimana persaingan sangat ketat terutama dari China, India, Thailand, Vietnam, dan Turki.